Tifa, mengapa kau jadi pelita hatiku yang lara. dimanakah dirimu berada? kau selalu membuatku terbingung-bingung dan terheran-heran. mengapa kau begitu saktinya menyakitiku hingga kerelung hati terdalamku hingga galu naite.....
hatiku ter-reduksi menjadi kompos yang tak berarti. kau membuatku demikian. sungguh mennyilaukan.....